Jumat, 31 Januari 2014

Autisme dan Pemulihannya dengan Air Alkaline

Akhir-akhir ini, telah terkuak banyak faktor penyebab munculnya autisme pada anak. Hal pertama adalah adanya keterkaitan antara autisme dan merkuri serta vaksin. Hal kedua adalah keterkaitan antara autisme dan rendahnya kadar antioksidan pada tubuh anak yang menderita autis. Kini, justru banyak penelitian yang mengklaim bahwa kemungkinan lain dari autisme adalah kurangnya vitamin D dari matahari, dengan kata lain vitamin D.
Beberapa tahun lalu, banyak ahli kesehatan dan para dokter yang meyakini bahwa vitamin D merupakan vitamin minor dan tidak terlalu penting dalam fungsinya untuk membentuk tulang dalam tubuh. Namun demikian, fakta mengejutkan dari salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat telah menyatakan bahwa vitamin D justru merupakan salah satu vitamin yang sangat penting dan tidak seorangpun pernah memperkirakan hal tersebut.

Lalu, apa hubungan antara vitamin D dan autisme serta apa logika yang mendasari klaim tersebut? 
Salah satu penelitian yang diadakan pada 2,437 anak-anak Somalia yang tinggal di Swedia dan Minnesota. Mereka semua lahir pada tahun 1988 hingga 1998. Penelitian tersebut ternyata menguak fakta menarik. Anak-anak Somalia yang tinggal di dua negara tersebut justru rentan menderita autis dibandingkan anak-anak Somalia yang tinggal di negara aslinya. Alasan utamanya adalah anak-anak di Somalia terpapar matahari secara langsung dibandingkan dengan mereka yang telah bermigrasi di Swedia dan Minnesota.

Perlu diperjelas bahwa orang yang memiliki ras yang sama rentan menderita autis pada negara atau wilayah yang tidak terpapar sinar matahari yang cukup. Yang cukup menggelikan adalah orang Somalia asli yang tinggal di Somalia mengatakan bahwa autisme yang diderita oleh keluarganya yang tinggal di Swedia adalah penyakit Swedia. Hal ini karena tidak ada penduduk Somalia yang menderita autis. Penyakit autis bukan penyakit yang disebabkan oleh ras karena penelitian dilakukan pada anak dengan ras yang sama kendati mereka tinggal di dua tempat yang berbeda, Hal ini telah membuktikan bahwa defisiensi vitamin D dari sumber yang paling besar, matahari, memiliki kontribusi besar akan kecenderungan anak untuk mengalami autisme.
Namun, banyak pihak mengklaim bahwa autisme tidak sekedar kekurangan vitamin D karena ada faktor-faktor lain seperti faktor keturunan atau faktor yang disebabkan saat anak masih dalam bentuk janin. Mereka yang percaya bahwa autisme adalah gangguan biomedis yakin bahwa vitamin D berperan penting pada hal ini kendati banyak pihak menentangnya. Teori tentang vitamin D dan autisme cukup beralaan karena anak yang terlahir autis dan fakta tentang defisiensi vitamin D terjadi pada negara yang memiliki daerah dengan paparan matahari yang kurang.
Vitamin D yang terdapat pada matahari dan juga kandungan makanan lainnya dapat terurai dengan baik apabila vitamin tersebut berada pada tubuh dengan kondisi basa. Hal ini perlu diperhatikan karena banyak orang tua yang beralasan bahwa anak-anak mereka telah mendapat asupan vitamin D yang cukup. Untuk mengatasinya, anak-anak dapat mengkonsumsi air alkalin yang memiliki rasa nikmat dan disukai anak-anak. Tidak jarang anak juga rentan mengalami kadar asam berlebih dalam tubuh karena mereka pun gemar mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan instan. Terlebih makanan kecil anak anak pun mengandung sodium glutamat yang bersifat asam.

Sumber :      http://www.activeauthors.com/Art/45863/269/Can-Vitamin-D-Deficiency-Cause-Autism.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar